Sumber Pic : https://www.google.co.id/search?q=Ekonomi+Rumah+Tangga&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjdm82vm-fSAhXLpI8KHZgpAykQ_AUIBigB&biw=1280&bih=615#imgrc=1hAX2mmAKEyBBM:
Belajar Mengatur Ekonomi Rumah Tangga Bagian 1 (Pahami pola Ekonomi)
Saatku menulis tentang ekonomi aku tau kalian pasti berpikir uangSecara garis besar ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara memenuhi kebutuhan manusia yang tak terbatas. Kebutuhan pokok manusia? Adalah Pangan, Sandang, dan Papan. Selebihnya adalah teori kebutuhan yang mengait-ngaitkannya dengan pelengkap dan prestise? Betul? Silahkan anda coba flashback tentang teori kebutuhan manusia yang menjadi basic dalam pelajaran teori ekonomi. Jadi, masih percayakah anda kebutuhan hanya sekedar uang?
Mungkin, anda langsung bilang: “Ya eyalah uang kan alatnya. Emang gimana bisa beli kebutuhan tanpa uang?”
Kalo anda bilang gitu ayo kita kompak dulu bentar.. Hihi..
Saya bilang gini karena saya dulu mantan orang desa. Disana sayur ada, air tinggal naruh mesin disumur, mau ayam tinggal potong (gini nih enaknya berternak ayam), mau cemilan tinggal nyabut singkong dikebun, tinggal beli beras, bawang, telur dst. Bulan tua? Don’t worry lah.. Masih banyak ayam dan singkong dikebun. Maka sungguh kejam ya jika ada yang membandingkan pengeluaran orang kota dan orang desa. Hihi..
Ada lagi yang suka bandingin pengeluaran versi Full time mother dan working mother. Nah, ini kejam ga ya? Hihi..
Maaf ya kalo ada yang merasa terzolimi dengan tulisan nyurcol saya tentang mengatur rumah tangga versi IRT ini. Bukan maksud membandingkan, ini tulisan biasa yang ku harap bisa menginspirasi IRT dan Working Mom.
Sebelum kita masuk kepembahasan pengeluaran mari kita bahas mengenai HUMPB. Apa itu? Harta, Utang, Modal, Pendapatan, Beban. Aku bukan mau mengajari akuntansi tetapi sungguh rugi kan jika aku yang mengerti tentang pencatatan versi akuntansi harus membahas mengenai ekonomi rumah tangga seperti arus kas biasa.
Eh, emang di rumah tangga perlu Seribet itu ya? Kamu punya catatan pembukuan hingga laporan keuangan gitu? *eh.. Ga segitunya juga kali.. Emang ini perusahaan..
Mari kita bahas tentang Harta terlebih dahulu. Apa itu Harta? Semua yang kau punya adalah harta. Apa anak dimasukkan? Kalo aku, iya.. Masukkan. Rumah, Uang bulanan, peralatan rumah, perlengkapan hingga bawang goreng itu adalah Harta. *Masih ada yang nanya dicatat segitunya? Silahkan jika anda rajin. Aku sih ogah..
Apa itu Utang? Apa hutang perlu. Oh iya, perlu. Utang bukan cuma masalah pinjem duit buat rumah, modal kerja bla bla bla. Kalau aku lebih suka menyebutnya kewajiban. Apa kewajiban? *Masak, ngepel lantai, mainan sama anak, nyuci, nyetrika.. Dst.. Dst.. Ah jd nyurcol kan..
Modal? Modal adalah sesuatu yang bisa kita olah untuk membuat pendapatan. Modal dalam ekonomi rumah tangga adalah potensi yang dimiliki oleh suami istri serta anak. Tidak dipungkiri suami adalah seorang tulang punggung keluarga. Namun, istri yang hanya Ibu Rumah Tangga non pekerja juga tak luput dari lingkup potensi. Lantas, bagaimana bisa istri ada hubungannya dengan pendapatan? *mungkin dy jaga lilin tiap malam, Hihi.. Kamu kira babi ngepet apa..
Pendapatan, dalam ekonomi kau terbiasa menyebutnya gajih, tapi dalam rumah tangga kau akan mengenal arti rezeki. Apa bedanya? Oh, percayalah.. Sungguh berbeda.
Beban, apa yang harus kau masukkan dalam pos beban? Biaya listrik, air, makan, minum, rekreasi, hingga penyusutan kulkas, TV, Kendaraan, Komputer sampai ke… staples
Aku membuat penjabaran HUMPB untuk mengenal pola pengaturan rumah tangga. Jika mau mencatat? Terserah saja. Akuntansi adalah seni mencatat yang tiada habisnya. Aku sendiri sih ogah nyatat segitu detailnya
Aku sendiri selalu punya Anggaran Belanja Mingguan, Bulanan. Kemana catatannya? Dibukukan? Eh enggak, catatannya selalu berakhir hilang dipasar, hingga dicoret2 Farisha dan dibuang
Biaya Parkir Rp. xxx
Kas Rp. xxx
Ilmu mengatur ekonomi rumah tangga adalah ilmu yang tiada habisnya. Jika kau hanya melihat segalanya dalam bentuk kata-kata Simple seperti “cara menghemat pengeluaran” atau “cara berbisnis rumah tangga” maka kau termasuk dalam kategori menjadikan uang sebagai satu-satunya alat yang berfungsi sebagai penggerak ekonomi dalam keluarga.
Ekonomi bukanlah ilmu yang dipelajari untuk memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Jika kau lebih jeli, uang hanyalah alat yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda perekonomian. Ekonomi adalah ilmu untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang terbatas Bukan keinginan yang tiada batasnya.
Well? Begitu saja endingnya? Wah ga rame.. Hihi..
Catatan pertama ini kutulis untuk memahami ekonomi dalam Versiku dan memahami pola pengaturan rumah tangga dari mengelola HUMPB. Jadi, ini hanya sekedar pembuka. Masih banyak catatan lain yang ingin kutulis. Mungkin ada 10 bagian tentang ekonomi rumah tangga ini.
Aku memiliki target menulis tiap bagiannya setiap minggunya. Akan terlalu panjang dan melelahkan jika semuanya kutulis sekarang disini.
Just, Wait. / https://aswindautari.wordpress.com/2017/03/10/mengatur-ekonomi-rumah-tangga/
Belajar Mengatur Ekonomi Rumah Tangga Bagian 2 (Mengelola Harta)
Jika kau belum membaca bagian pertama kusarankan kau membacanya karena sungguh tak bisa kau mengerti bagian ini jika masih belum mengerti bagian pertama.Seperti yang pernah kuceritakan bahwa Harta adalah salah satu komponen dari pola pencatatan akuntansi yang kucoba membuatnya menjadi salah satu pola yang berperan dalam ekonomi rumah tangga.
Ia adalah komponen pertama dalam pencatatan Akuntansi. Aku terbiasa menyebutnya Aktiva. Aktiva terbagi menjadi dua, yaitu Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap. Aktiva lancar adalah semua harta yang dipakai dan berkurang nilainya sedang Aktiva tetap adalah harta yang nilainya tinggi dan berkurang sesuai dengan kebijakan penyusutan. Ada yang mengalami penyusutan dan ada yang tidak,malah nilainya bertambah sepanjang tahun. Ialah Tanah.
*Haduh aku baru kali ini nulis-nulis sok pinter setelah sekian lama menghilang
Harta dalam rumah tangga? Izinkan saya menggolongkannya ya..
111 Kas (Uang Gajih Suami tiap Bulan)
112 Perlengkapan (sisa2 perlengkapan hidup tiap bulan sebut saja itu Sembako, Tepung, Telur hingga detergent.. Hihi)
121 Peralatan (sebut saja itu Kulkas, TV, Mesin cuci, Kendaraan, Boneka, Mainan Pica, Kompor, Oven, bla bla)
122 Rumah
123 Tanah
Suami adalah Partner dalam mengelola keuangan rumah tangga. Anak? Ini adalah harta yang tak ternilai harganya. Aku sendiri lebih senang menyebutnya Investasi yang fluktuatif (saham). Kenapa aku menyebutnya saham?
Saham adalah investasi yang mempunyai ciri khas high risk, high return.
Sejarah Cerita hidup rumah tanggaku dimulai ketika Aku memutuskan untuk memulai Rumah Tangga dari 0 dengan kondisiku yang saat itu masih menyusun Tugas Akhir dan suami yang terlahir dari keluarga sederhana. Maka aku pun mengatakan kepada diriku bahwa siap dengan segala konsekuensinya. Termasuk ketika tau bahwa aku langsung hamil. Pada awalnya kami mengkategorikan kehamilan itu pada beban. Lama kelamaan kami sadar bahwa anak ini adalah berkah terindah.
Merawat dan menyayanginya mesti saat itu masih bingung dengan pendapatan yang dibagi-bagi ternyata membuahkan High Return. Benar-benar Rezeki yang tak terduga.
Aku lah yang mengatur Sahamku ini. Merawatnya dan memastikan dia baik-baik saja. Sifat saham bila diacuhkan maka sia sia saja. Kita tak bisa mengembangkannya. Dan jika kita terus melakukan kecuekan yang tak beralasan ini bukan tak mungkin ia akan mencari investor lain yang bisa mengelolanya.
*Kuharap kau mengerti bahasa Akuntansiku ini..
Banyak ibu2 yang mengeluh dengan sedikitnya uang kas. Sementara beban pengeluaran semakin dan semakin bertambah. Pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya lontarkan adalah:
1. Apa anda memandang ‘hanya kas’ yang menjalankan roda ekonomi rumah tangga? Saya bukan mengatakan anda matre, saya hanya menegaskan anda kurang maksimal dalam menyadari ‘harta’ anda

2. Berarti anda perlu disadarkan dengan harta lainnya. Atau anda tak sadar telah berinvestasi namun tak maksimal merawat dan mengawasinya? Atau anda terlalu asik dengan dunia kerja tanpa menyadari bahwa rumah tangga anda pun sebuah pola kerja sama dengan suami. Anda terlalu berlebihan dalam memperhatikan uang kas. Dan lupa akan keajaiban rezeki.

3. Sudahkah anda memaksimalkan potensi yang anda miliki? Bukan sekedar kerja untuk status sosial tanpa passion yang sesuai? Akhirnya yang anda cari hanya kas.. kas.. dan kas. Jika benar begitu, pantas saja anda selalu merasa kurang.
4. Dan yang paling penting apa anda sudah bersyukur?
Pertanyaan nomor 3 akan saya jawab pada catatan belajar mengatur ekonomi rumah tangga bagian ke 4. Akan sangat OOT jika saya bahas disini karena dibagian ini khusus membahas harta.
Tentu rasanya tidak adil jika sy hanya menjadikan Ibu sebagai pemegang peranan utama dalam mengelola ekonomi rumah tangga ini. Istri dan Suami layaknya seorang Pengelola dan Investor saham. Siapa yang jadi pengelola dan investornya? Keduanya. Ya, Rumah tangga diawali dengan komitmen saling bekerja sama bukan?
Sejauh yang kepelajari, perusahaan yang sehat bukan yang memiliki nominal kas terbanyak, bukan pula perlengkapan dan peralatan yang nilainya tinggi. Tapi yang seimbang nilai investasinya. Itulah harta yang sehat.
Contoh nyata yang banyak terjadi adalah tentang memperbanyak kas. Istri merasa gajih suami kurang, karena itu ia bekerja di perusahaan xxx dengan gajih yang sama dengan suaminya. Namun, istri baru bisa pulang sore atau malam hari.
Istri menitipkan anaknya pada orang lain. Ia mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk orang tersebut. Istri senang karena dengan bekerja lembur ia dapat memperoleh uang ekstra. Senang dengan uang tersebut akhirnya dia bisa besosialita seperti ibu ibu lainnya. Ketika ada trend tas, baju, kosmetik sang istri tak ketinggalan untuk mengupgrade penampilannya.
Apa dampaknya? Istri memang terlihat cantik dan bersosial. Namun, suami tak diperhatikan kebutuhannya. Jangankan masalah perut, kebutuhan kasih sayang suami tak terpuaskan. Akhirnya, suami mulai mencari sumber kasih sayang yang lain untuk mengisi kekosongannya. Banyak begini? Banyak. Kalau sudah begitu, istri pun menangis dan berkata “Apa Aku masih kurang cantik untukmu?”
Perkembangan anak pun salah satu dampak yang tak dapat dipungkiri. Anak akan kehilangan sosok Ibu. Akhirnya ia mencari kebahagiaan dengan uang. Minta belikan mainan, belikan ini itu supaya hatinya senang. Pada akhirnya, anak hanya menatap mainan nya dengan tatapan kosong.
Cerita diatas hanyalah contoh tentunya. Anda yang merasa sebagai Ibu pekerja tak usah baperan membacanya ya. Sebagai Ibu pekerja anda tentu bisa melakukan hal yang bermanfaat untuk orang banyak sehingga akan berdampak baik pula untuk harta2 yang terpaksa anda tinggalkan. Semuanya tergantung dari niat dan kesadaran kita sebagai pengelola saham. Tiap rumah tangga itu unik. Kadang kala komitmen awal lah yang dibutuhkan untuk tetap memiliki tujuan yang mulia.
Namun, bagaimanapun kondisi keluarga anda pastikan Harta-harta anda dikelola dengan bijak. Awal kehancuran ekonomi rumah tangga adalah keteledoran dalam memelihara harta. Bukan hanya berupa tak pandai mengawasi investasi berupa anak, keteledoran pemeliharaan harta juga seringkali muncul karena terlalu berlebihan dalam membeli aktiva tetap yang mengalami penyusutan. Sebut saja itu Kendaraan, Baju Mahal, Perhiasan non emas, TV, Mobil dan Lain-lain. Dan parahnya mereka membelinya dari uang kas.
Keluarga kami termasuk yang paling berhati-hati dalam urusan aktiva tetap ini. Awal hidup, kami memutuskan untuk menabung demi tercapainya membeli rumah sendiri. Tidak menyewa rumah namun tinggal dengan mertua demi menghemat uang kas, bertahan tanpa kuota selama 1 tahun, bertahan berpisah selama 1 tahun lebih, menyimpan uang beasiswa untuk menabung, tak berani membeli apapun yang tidak penting. Bahkan, kami betah memakai kendaraan yang sangat lama masa pakainya dan baru saja kami berani membeli yang baru. Dan tiba-tiba saja rezeki tak terduga itu datang untuk kami jemput, tepatnya beberapa bulan ketika kami mulai merasa jenuh dan sekarat dalam memelihara anak kami (saham kami).
Awal perjalanan rumah tangga adalah ujian dalam keterbatasan harta..Dari cerita dan penjelasan diatas aku sebagai Ibu Rumah Tangga Tulen ingin memberikan motivasi untuk sesama IRT tulen.
Tak ada yang langsung mendadak kaya, berjuang adalah segalanya..
Awalnya kami kira kehadiran benih kecil ini adalah beban yang baru..
Tapi akhirnya kami sadar, dia investasi awal kami.. Pembuka jalan rezeki kami..
Hai.. Mungkin ada diantara kamu yang membaca ini dengan seksama sambil fokus menyusui bayimu.
Atau ada diantara kamu yang membaca sambil asik menunggu ikan goreng mu matang.
Atau ada diantara kamu yang bermain dengan anakmu
Tak perlu sedih dengan apa kondisi sekarang..
Kau sedang melakukan proyek memelihara harta
Maka peliharalah semuanya dengan ikhlas.
Berkerjalah dan bertanggung jawablah sesuai dengan komitmenmu dalam rumah tangga.
Setidaknya aku berharap Tulisanku ini bisa menggambarkan padamu bahwa pekerjaan yang terlihat biasa itu..
.. Adalah jalan terbaik dalam memelihara harta..
Kau tak butuh uang kas yang banyak untuk kewarasanmu. Me time dengan kas adalah berita hoax semata.
Lihat dirimu, lihatlah senyum ceria anakmu yang sedang asik dengan ASI mu yang kau berikan eksklusif dan kau rela menyerahkan hidupmu untuknya. Kau mungkin merasa lelah dengannya..
… Namun dari dialah rezeki mu akan bertambah..
Bersabarlah dalam memelihara harta.
Bersyukurlah dengan kas yang tak sebanyak mereka namun nyatanya kau lebih bahagia.
To be continued.. / Next Chapter 3 Belajar Mengelola Ekonomi Rumah Tangga (Sadarlah akan Kewajiban dan Tanggung Jawab)
https://aswindautari.wordpress.com/2017/03/13/belajar/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar